Minggu, 21 November 2010 | By: zalulfanfa

Dampak Pemanasan Global terhadap Kesehatan

Pemanasan global akan mempengaruhi perubahan lingkungan seperti: perubahan cuaca dan lautan, pergeseran ekosistem dan degradasi lingkungan.

perubahan cuaca dan lautan
apat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.

Pergeseran Ekosistem
dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.

Degradasi Lingkungan

yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain. selengkapnya...

Minggu, 07 November 2010 | By: zalulfanfa

KOMPOS

Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ±80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai. Kompos sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat semakin tingginya jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau dan lepasnya gas metana ke udara. DKI Jakarta menghasilkan 6000 ton sampah setiap harinya, di mana sekitar 65%-nya adalah sampah organik. Dan dari jumlah tersebut, 1400 ton dihasilkan oleh seluruh pasar yang ada di Jakarta, di mana 95%-nya adalah sampah organik. Melihat besarnya sampah organik yang dihasilkan oleh masyarakat, terlihat potensi untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat (Rohendi, 2005).Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit.

Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak.

Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek:

Aspek Ekonomi :

1. Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah
2. Mengurangi volume/ukuran limbah
3. Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya

Aspek Lingkungan :

1. Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah dan pelepasan gas metana dari sampah organik yang membusuk akibat bakteri metanogen di tempat pembuangan sampah
2. Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan

Aspek bagi tanah/tanaman:

1. Meningkatkan kesuburan tanah
2. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
3. Meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah
4. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
5. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
6. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
7. Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
8. Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah

Peran bahan organik terhadap sifat fisik tanah diantaranya merangsang granulasi, memperbaiki aerasi tanah, dan meningkatkan kemampuan menahan air. Peran bahan organik terhadap sifat biologis tanah adalah meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang berperan pada fiksasi nitrogen dan transfer hara tertentu seperti N, P, dan S. Peran bahan organik terhadap sifat kimia tanah adalah meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga mempengaruhi serapan hara oleh tanaman (Gaur, 1980).

Beberapa studi telah dilakukan terkait manfaat kompos bagi tanah dan pertumbuhan tanaman. Penelitian Abdurohim, 2008, menunjukkan bahwa kompos memberikan peningkatan kadar Kalium pada tanah lebih tinggi dari pada kalium yang disediakan pupuk NPK, namun kadar fosfor tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan NPK. Hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman yang ditelitinya ketika itu, caisin (Brassica oleracea), menjadi lebih baik dibandingkan dengan NPK.

Hasil penelitian Handayani, 2009, berdasarkan hasil uji Duncan, pupuk cacing (vermicompost) memberikan hasil pertumbuhan yang terbaik pada pertumbuhan bibit Salam (Eugenia polyantha Wight) pada media tanam subsoil. Indikatornya terdapat pada diameter batang, dan sebagainya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penambahan pupuk anorganik tidak memberikan efek apapun pada pertumbuhan bibit, mengingat media tanam subsoil merupakan media tanam dengan pH yang rendah sehingga penyerapan hara tidak optimal. Pemberian kompos akan menambah bahan organik tanah sehingga meningkatkan kapasitas tukar kation tanah dan mempengaruhi serapan hara oleh tanah, walau tanah dalam keadaan masam.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor menyebutkan bahwa kompos bagase (kompos yang dibuat dari ampas tebu) yang diaplikasikan pada tanaman tebu (Saccharum officinarum L) meningkatkan penyerapan nitrogen secara signifikan setelah tiga bulan pengaplikasian dibandingkan degan yang tanpa kompos, namun tidak ada peningkatan yang berarti terhadap penyerapan fosfor, kalium, dan sulfur. Penggunaan kompos bagase dengan pupuk anorganik secara bersamaan tidak meningkatkan laju pertumbuhan, tinggi, dan diameter dari batang, namun diperkirakan dapat meningkatkan rendemen gula dalam tebu.Bahan-bahan yang Dapat Dikomposkan

Pada dasarnya semua bahan-bahan organik padat dapat dikomposkan, misalnya: limbah organik rumah tangga, sampah-sampah organik pasar/kota, kertas, kotoran/limbah peternakan, limbah-limbah pertanian, limbah-limbah agroindustri, limbah pabrik kertas, limbah pabrik gula, limbah pabrik kelapa sawit, dll. Bahan organik yang sulit untuk dikomposkan antara lain: tulang, tanduk, dan rambut.Proses Pengomposan

Proses pengomposan akan segera berlansung setelah bahan-bahan mentah dicampur. Proses pengomposan secara sederhana dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap aktif dan tahap pematangan. Selama tahap-tahap awal proses, oksigen dan senyawa-senyawa yang mudah terdegradasi akan segera dimanfaatkan oleh mikroba mesofilik. Suhu tumpukan kompos akan meningkat dengan cepat. Demikian pula akan diikuti dengan peningkatan pH kompos. Suhu akan meningkat hingga di atas 50o - 70o C. Suhu akan tetap tinggi selama waktu tertentu. Mikroba yang aktif pada kondisi ini adalah mikroba Termofilik, yaitu mikroba yang aktif pada suhu tinggi. Pada saat ini terjadi dekomposisi/penguraian bahan organik yang sangat aktif. Mikroba-mikroba di dalam kompos dengan menggunakan oksigen akan menguraikan bahan organik menjadi CO2, uap air dan panas. Setelah sebagian besar bahan telah terurai, maka suhu akan berangsur-angsur mengalami penurunan. Pada saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut, yaitu pembentukan komplek liat humus. Selama proses pengomposan akan terjadi penyusutan volume maupun biomassa bahan. Pengurangan ini dapat mencapai 30 – 40% dari volume/bobot awal bahan.Proses pengomposan dapat terjadi secara aerobik (menggunakan oksigen) atau anaerobik (tidak ada oksigen). Proses yang dijelaskan sebelumnya adalah proses aerobik, dimana mikroba menggunakan oksigen dalam proses dekomposisi bahan organik. Proses dekomposisi dapat juga terjadi tanpa menggunakan oksigen yang disebut proses anaerobik. Namun, proses ini tidak diinginkan, karena selama proses pengomposan akan dihasilkan bau yang tidak sedap. Proses anaerobik akan menghasilkan senyawa-senyawa yang berbau tidak sedap, seperti: asam-asam organik (asam asetat, asam butirat, asam valerat, puttrecine), amonia, dan H2S.Faktor yang mempengaruhi proses Pengomposan

Setiap organisme pendegradasi bahan organik membutuhkan kondisi lingkungan dan bahan yang berbeda-beda. Apabila kondisinya sesuai, maka dekomposer tersebut akan bekerja giat untuk mendekomposisi limbah padat organik. Apabila kondisinya kurang sesuai atau tidak sesuai, maka organisme tersebut akan dorman, pindah ke tempat lain, atau bahkan mati. Menciptakan kondisi yang optimum untuk proses pengomposan sangat menentukan keberhasilan proses pengomposan itu sendiri.

Faktor-faktor yang memperngaruhi proses pengomposan antara lain:

Rasio C/N Rasio C/N yang efektif untuk proses pengomposan berkisar antara 30: 1 hingga 40:1. Mikroba memecah senyawa C sebagai sumber energi dan menggunakan N untuk sintesis protein. Pada rasio C/N di antara 30 s/d 40 mikroba mendapatkan cukup C untuk energi dan N untuk sintesis protein. Apabila rasio C/N terlalu tinggi, mikroba akan kekurangan N untuk sintesis protein sehingga dekomposisi berjalan lambat.

Umumnya, masalah utama pengomposan adalah pada rasio C/N yang tinggi, terutama jika bahan utamanya adalah bahan yang mengandung kadar kayu tinggi (sisa gergajian kayu, ranting, ampas tebu, dsb). Untuk menurunkan rasio C/N diperlukan perlakuan khusus, misalnya menambahkan mikroorganisme selulotik (Toharisman, 1991) atau dengan menambahkan kotoran hewan karena kotoran hewan mengandung banyak senyawa nitrogen.

Ukuran Partikel Aktivitas mikroba berada diantara permukaan area dan udara. Permukaan area yang lebih luas akan meningkatkan kontak antara mikroba dengan bahan dan proses dekomposisi akan berjalan lebih cepat. Ukuran partikel juga menentukan besarnya ruang antar bahan (porositas). Untuk meningkatkan luas permukaan dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel bahan tersebut.

Aerasi Pengomposan yang cepat dapat terjadi dalam kondisi yang cukup oksigen(aerob). Aerasi secara alami akan terjadi pada saat terjadi peningkatan suhu yang menyebabkan udara hangat keluar dan udara yang lebih dingin masuk ke dalam tumpukan kompos. Aerasi ditentukan oleh posiritas dan kandungan air bahan(kelembaban). Apabila aerasi terhambat, maka akan terjadi proses anaerob yang akan menghasilkan bau yang tidak sedap. Aerasi dapat ditingkatkan dengan melakukan pembalikan atau mengalirkan udara di dalam tumpukan kompos.

Porositas Porositas adalah ruang diantara partikel di dalam tumpukan kompos. Porositas dihitung dengan mengukur volume rongga dibagi dengan volume total. Rongga-rongga ini akan diisi oleh air dan udara. Udara akan mensuplay Oksigen untuk proses pengomposan. Apabila rongga dijenuhi oleh air, maka pasokan oksigen akan berkurang dan proses pengomposan juga akan terganggu.

Kelembaban (Moisture content) Kelembaban memegang peranan yang sangat penting dalam proses metabolisme mikroba dan secara tidak langsung berpengaruh pada suplay oksigen. Mikrooranisme dapat memanfaatkan bahan organik apabila bahan organik tersebut larut di dalam air. Kelembaban 40 - 60 % adalah kisaran optimum untuk metabolisme mikroba. Apabila kelembaban di bawah 40%, aktivitas mikroba akan mengalami penurunan dan akan lebih rendah lagi pada kelembaban 15%. Apabila kelembaban lebih besar dari 60%, hara akan tercuci, volume udara berkurang, akibatnya aktivitas mikroba akan menurun dan akan terjadi fermentasi anaerobik yang menimbulkan bau tidak sedap.

Temperatur/suhu Panas dihasilkan dari aktivitas mikroba. Ada hubungan langsung antara peningkatan suhu dengan konsumsi oksigen. Semakin tinggi temperatur akan semakin banyak konsumsi oksigen dan akan semakin cepat pula proses dekomposisi. Peningkatan suhu dapat terjadi dengan cepat pada tumpukan kompos. Temperatur yang berkisar antara 30 - 60oC menunjukkan aktivitas pengomposan yang cepat. Suhu yang lebih tinggi dari 60oC akan membunuh sebagian mikroba dan hanya mikroba thermofilik saja yang akan tetap bertahan hidup. Suhu yang tinggi juga akan membunuh mikroba-mikroba patogen tanaman dan benih-benih gulma.

pH Proses pengomposan dapat terjadi pada kisaran pH yang lebar. pH yang optimum untuk proses pengomposan berkisar antara 6.5 sampai 7.5. pH kotoran ternak umumnya berkisar antara 6.8 hingga 7.4. Proses pengomposan sendiri akan menyebabkan perubahan pada bahan organik dan pH bahan itu sendiri. Sebagai contoh, proses pelepasan asam, secara temporer atau lokal, akan menyebabkan penurunan pH (pengasaman), sedangkan produksi amonia dari senyawa-senyawa yang mengandung nitrogen akan meningkatkan pH pada fase-fase awal pengomposan. pH kompos yang sudah matang biasanya mendekati netral.

Kandungan Hara Kandungan P dan K juga penting dalam proses pengomposan dan bisanya terdapat di dalam kompos-kompos dari peternakan. Hara ini akan dimanfaatkan oleh mikroba selama proses pengomposan.

Kandungan Bahan Berbahaya Beberapa bahan organik mungkin mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kehidupan mikroba. Logam-logam berat seperti Mg, Cu, Zn, Nickel, Cr adalah beberapa bahan yang termasuk kategori ini. Logam-logam berat akan mengalami imobilisasi selama proses pengomposan.

Lama pengomposan Lama waktu pengomposan tergantung pada karakteristik bahan yang dikomposakan, metode pengomposan yang dipergunakan dan dengan atau tanpa penambahan aktivator pengomposan. Secara alami pengomposan akan berlangsung dalam waktu beberapa minggu sampai 2 tahun hingga kompos benar-benar matang.
selengkapnya...

PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK PAKAN TERNAK

Sebagai wujud kepedulian lingkungan tidak ada salahnya kita mencoba mengolah sampah sebagai bahan pakan ternak kita . Mencoba bisa dimulai dari quota sedikit dulu . Membuat pakan dari sampah di mulai dengan pemisahan sampah organik dan anorganik, dilanjutkan dengan pencacahan, fermentasi, pengeringan, penepungan, pencampuran, dan pembuatan pelet.Pemisahan sampah organik dari sampah anorganik dimaksudkan
agar sampah yang diolah hanya yang dapat dicerna oleh ternak serta menghindarkan ternak dari mengonsumsi bahan-bahan beracunatau yang mengandung logam be-
rat.

Pemisahan sebaiknya dapat dilakukan di tingkat produsen sampah (pasar atau rumah tangga). Oleh karena itu, untuk program massal perlu disediakan tempat sampah
organik dan anorganik di tingkat produsen sampah. Sampah dari rumah sakit dan pabrik yang banyak mengandung logam berat atau bahan beracun seyogianya dihindari.
Sampah organik yang telah terpisah dari bahan lain selanjutnya dicacah dengan alat atau mesin pencacah agar bentuknya lebih kecil dan untuk memudahkan fermentasi.Fermentasi dimaksudkan untuk meningkatkan kandungan gizi dan nilai cerna sampah karena kandungan gizi sampah umumnya rendah tetapi serat kasarnya relatif tinggi.
Fermentasi dilakukan dengan menggunakan inokulan bakteri dan cara yang tepat agar diperoleh produk yang bermutu tinggi.
Setelah difermentasi, sampah dikeringkan dengan dijemur lalu digiling hingga menjadi tepung. Selanjutnya tepung sampah ditambah bahan lain termasuk enzim dan diaduk dalam mesin pencampur, sehingga diperoleh pakan komplit yang sesuai dengan kebutuhan ternak. Apabila diperlukan, semua bahan yang sudah tercampur dibentuk pelet. Pelet pakan ternak dapat disimpan hingga 6 bulan. Idealnya ransum komplit diberikan sekitar 3% dari bobot hidup ternak per hari. Dengan jumlah pakan tersebut, sapi tidak lagi memerlukan HMT atau rumput. Namun sebagian petani ternyata masih memberikan rumput. Sebagai contoh,jika ternak diberi pakan komplit 1,5% dari bobot hidup per hari,
peternak tinggal memberi rumput 50% dari kebutuhan semestinya.

Keuntungan Ekonomi

Hasil penelitian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali menunjukkan bahwa penggunaan pakan komplit berbahan baku sampah sebanyak 1,5% dari bobot badan pada sapi bali selama 5 bulan, memberikan pertambahan bobot badan rata-rata 650 g/hari. Secara ekonomis pemanfaatan sampah untuk pakan ini sangat prospektif
mengingat bahan dan biaya produksinya relatif murah, sedangkan efeknya terhadap pertumbuhan sapi cukup baik. Berdasarkan analisis ekonomi, penggemukan sapi
dengan ransum komplit berbahan baku sampah memberikan keuntungan sekitar 200% dibandingkan dengan cara tradisional.
selengkapnya...

SAMPAH ORGANIK KOTORAN KERBAU SUMBER ENERGI ALTERNATIF

Sampah Organik, Kotoran Kerbau Sumber Energi Alternatif
Deri Dahuri/V-2

BILA kita menengok pasar-pasar tradisional di Indonesia sangat menjijikkan. Bau sampah yang sebagian besar sisa-sisa kotoran sayur-mayur menumpuk begitu saja di pojok-pojok pasar. Namun, siapa sangka dari sanalah muncul ide cemerlang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka menemukan sumber energi baru berbahan baku sampah dari pasar-pasar tradisional tersebut.

Hal itu sebagaimana ditujukkan dalam hasil karya Workshop Himatek Departemen Teknik Kimia ITB dan Pusat Penelitian Energi ITB (PPE) yang ikut pameran di Gen-E Entreprenuership Expo 2002 minggu lalu di Bandung.

Kedua karya mahasiswa ITB itu bisa menjadi solusi mengurangi beban masyarakat, sebagai sumber energi alternatif, karena harga bahan bakar minyak (BBM) terus naik. Selain itu, karya mereka juga bisa menyelamatkan lingkungan.

Selama ini sudah wajar bila orang tidak betah berlama-lama berada di lingkungan pasar tradisional. Pasalnya, sampah menggunung dengan bau yang sangat menusuk hidung, merupakan pemandangan yang tidak terpisahkan dari lingkungan pasar tradisional. Tumpukan sampah busuk itu pun telah mengundang dan membuat lalat-lalat betah di sana.

Tumpukan sampah menggunung tersebut sangat menjijikkan. Selain itu, sampah tersebut berperan mencemari lingkungan sekitarnya. Yang jelas sampah-sampah yang lembab, busuk, dan sarang lalat akan turut berperan menebarkan berbagai penyakit di sekitarnya.

Namun tampaknya di mata para mahasiswa ini, tumpukan sampah yang menjijikkan itu bisa diubah menjadi hal yang sangat bermanfaat. Sisa sayuran, buah busuk, kulit buah-buahan, dan dedaunan sekilas adalah onggokkan yang harus dijauhi. Tetapi, justru didekati oleh para mahasiswa, bahkan mereka mengaduk-aduknya agar bisa menjadi barang bermanfaat.

Riesta, mahasiswi ITB, menjelaskan tentang pemanfaatan sampah-sampah organik itu. Caranya, jelas dia, mudah, sederhana, dan murah, yaitu dengan menyediakan tangki tertutup atau tempat dari plastik yang bisa menyimpan sampah-sampah itu.

"Bisa menggunakan plastik sebagai pengganti tangki. Tetapi, biasanya yang bagus menggunakan plastik polyotilen. Kalau tak ada, bisa juga menggunakan galon air mineral," jelas Riesta.

Tangki atau plastik itu digunakan untuk menampung sampah-sampah organik (sampah yang mudah hancur). Dalam bahasa ilmiahnya dikenal sebagai bioreaktor. Kemudian bioreaktor itu dilengkapi selang yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk menyalurkan gas yang dihasilkan. Selanjutnya, bagian dari bioreaktor itu diberi lubang untuk membuang limbah sampah yang tidak bisa dikonversi. Untuk mendapatkan biogas yang diinginkan, bioreaktor (tangki) harus bersifat anaerobik. Menurut Riesta, tangki itu tak boleh ada oksigen dan udara yang masuk sehingga sampah-sampah organik yang dimasukkan ke dalam bioreaktor bisa dikonversi mikroba.

Dalam skala kecil, sampah rumah menghasilkan 1.000 liter sampah atau 300 kg sampah, sudah bisa menghasilkan sekitar 50-60 persen gas CH4, metan, dan sisanya karbon dioksida.

"Dalam satu bulan sudah bisa menghasilkan biogas. Jelas kalau sudah dimanfaatkan untuk kompor gas sudah bisa menghemat bahan bakar yang harganya cukup mahal," katanya.

Sementara sampah dari bioreaktor yang tidak bisa dikonversi dan berupa limbah dapat dimanfaatkan untuk kompos. Limbah kompos itu dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman.

Kotoran kerbau

Hal yang sama dilakukan kelompok mahasiswa yang tergabung dalam PPE ITB. Mereka tak sekadar pamer bagan-bagan bagaimana kerja bioreaktor yang menghasilkan gas metan dan CH4 di Gen-E Entrepreneurship Expo 2003. Mereka membuktikannya di Desa Marga Mulya, Pangalengan, Bandung.

Cara kerjanya, menurut mereka, tidak rumit dan tergolong sederhana. Para mahasiswa itu membuat steam reformer (bioreaktor) hanya dari plastik yang berbentuk silinder berdiameter 50 cm. Materi atau bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan gas metan dan CH4 berasal dari kotoran kerbau, karena memang penduduk Marga Mulya banyak yang memelihara kerbau dan sapi.

Kotoran kerbau sebanyak 100 kg yang ditampung di bioreaktor ternyata dalam waktu tidak kurang enam hari sudah bisa menghasilkan biogas. Biogas itu sudah dapat dimanfaatkan untuk kompor gas yang digunakan untuk berbagai keperluan.

Haris, salah seorang mahasiswa yang terlibat dalam proyek pembuatan biogas itu mengatakan, ternyata biogas dari kotoran kerbau itu bisa menghemat bahan bakar minyak. "Bahkan dari bioreaktor yang kami buat di Desa Marga Mulya, masyarakat setempat bisa menghemat minyak tanah hingga enam liter dalam sehari," jelasnya.

Sementara itu, limbah atau ampasnya dari bioreaktor itu yang tak bisa dikonversi masih tetap bisa dimanfaatkan. Selain untuk pupuk kebutuhan perkebunan, ampasnya bisa menghasilkan cacing tanah Rubellus rumbricus yang bisa menyuburkan tanah.

Sebenarnya dua tahun belakang Rubellus rumbricus sempat menjadi komoditi yang dicari-cari peternak cacing. Cacing Rubellus rumbricus disebut-disebut sebagai bahan untuk pembuatan obat. Sayangnya belakangan tren cacing tanah yang bisa dihasilkan dari ampas bioreaktor yang menghasilkan gasbio lenyap begitu saja.

Sumber : Media Indonesia (2 Juni 2004)
selengkapnya...

PENGERTIAN SAMPAH ORGANIK

Sampah Organik adalah merupakan barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi masih bisa dipakai kalau dikelola dengan prosedur yang benar.[1] Organik adalah proses yang kokoh dan relatif cepat, maka tanda apa yang kita punya untuk menyatakan bahwa bahan-bahan pokok kehidupan, sebutlah molekul organik, dan planet-planet sejenis, ada juga di suatu tempat di jagad raya? sekali lagi beberapa penemuan baru memberikan rasa optimis yang cukup penting.[2] Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos).[3] Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia.[4] Sampah pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, jenisnya relatif seragam, sebagian besar (95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani.[5] Sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat beragam, tetapi secara umum minimal 75% terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik. selengkapnya...

Kamis, 04 November 2010 | By: zalulfanfa

CINTA TAK HARUS MEMILIKI

Aku memang orang yang brengsek semua cewek membenciku terutama sahabatku. Aku memiliki hubungan khusus dengan sahabat mereka yang bernama Selly. Namun Selly membenciku gara-gara peristiwa pada waktu itu. Awalnya aku hanya ingin mengenal dia saja, karena kakakku pernah bilang kalau temennya itu punya adek yang satu sekolah denganku namanya Novel. Katanya dia anaknya baik, cantik dan kulitnya putih. Ketika itu aku terkejut mendengarnya secara otomatis aku penasaran. Satu minggu berlalu aku sudah mengenal dia, aku dekat sekali sama dia bahkan aku malah tak merperhatikan Selly pacarku sendiri. Ternyata benar dia adalh adek temannya kakakku. Setelah itu aku tak lago dengan dia lagi. Namun hal yang tak kuduga pun terjadi. “Siapa dia??? kamu jahat sekali sih. Sungguh tega kamu sama aku, sampai segitunya kamu melakukan itu padaku.” Selly mengatakan itu sambil menangis. “Dia bukan siapa-siapa ku, dia hanyalah temanku, nggak lebih dari itu. Tenanglah sayang jangan kuatir. Jangan menangis sayang.” Hiburku waktu itu. Tapi dia menangis, tiba-tiba sahabatnya datang dan salah satu dari mereka mengatakan kamu jangan ganggu Selly lagi, kamu nggak pantas memiliki dia. Ketika ku mendengar kalimat itu hatiku luluh dengan sendirinya, aku bingung harus melakukan apa lagi, agar mereka semua percaya sama aku dan nggak menuduh aku kalau aku berpacaran dengan Novel. Setiap hari Selly menangis menangis dan terus menangis. Sampai suatu hari dia sakit dan dia pun tak masuk sekolah. Hal itu membuatku semakin bingung tapi aku terus merenungi hal itu. Hal yang membuat ku terpuruk bahkan sangat terpuruk. Akhirnya aku menetukan jalan yang harus ku lakukan jalan itu adalah aku meninggalkan Selly agar dia tidak lagi menangis, tidak lagi sakit. Tapi lagi-lagi sahabatnya menyangka aku memutuskan Selly gara-gara ku memilih Novel padahal aku ingin membahagiakan Selly, aku ingin dia tak sakit lagi. Mungkin kalau aku pergi dari kehidupan dia, dia akan senang. Padahal aku mengenal Novel hanya untuk memastikan saja apakah benar dia adek dari temannya kakakku. Tapi pendapat mereka lain. Jauh dari fakta dan kenyataan. Aku hanya bersabar dan terus bersabar. Dua bulan berlalu, saat aku bertemu Selly aku tak berani menatap matanya. Aku takut sekali karena dulu dia pernah kusakiti tanpa sengaja. Tapi di mata Selly terkandung hal-hal yang mengesankan saat dia bersamaku, kenangan lama yang hanya ku lihat di matanya. Dan sekarang aku begitu merasa bersalah sama dia. Aku tak berani minta maaf langsung sama dia, mungkin aku ini bukan cowok yang jentel, aku hanya pengecut yang sangat jahat. Aku hanya bisa mengungkapkan kata-kata maaf yang tak penting bagi Selly, ketika dia terlelap dalam gelap. Mungkin pada saat itulah aku bisa sedikit membuka pintu hati Selly yang selama ini tertutup untukku. Di hatinya aku ini mungkin sangat asing. Dia anggap hanyalah seorang pemburu liar yang membawa senjata dan tak di kenal oleh masyarakat. Setiap hari kukirim kata-kata maaf lewat sms, kukirim tengah malam. Sampai-sampai aku telat masuk sekolah gara-gara setiap malam aku terus menerus mengirim sms maaf pada Selly. Dan pada suatu tengah malam ketika aku mau mengirim sms tiba-tiba ada pesan masuk dan itu dari Selly. Smsnya berisi begini “Sudahlah jangan sms lagi, aku sudah memaafkan kamu. Manusia memang tak luput dari salah. Begitupun aku, aku juga banyak kepadamu. Oh iya selamat ulang tahun ya Ray, semoga kamu tambah dewasa dan nggak akan ngelakuin hal-hal yang di benci cewek yang kamu sayangi. Karena kehilangan kekasih adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu. Kamu rugi besar meninggalkan dia. Jangan sia-siakan dia, jagalah dia dengan baik, jangan sampai kamu ngelakuin itu. Ingat ya!!!. Aku selalu cinta padamu karena aku tak bisa melupakanmu. Kamu yang dulu membuat aku selalu tertawa dengan lelucon-leluconmu yang sangat gokil. Sampai sakit yang ku rasakan tak terasa. Dan sakit itu kurasakan ketika kamu meninggalkanku. Dlu akuorang yang kafir gara-gara kamu sekarang aku bisa solat, bisa mandiri, semua hal-hal buruk yang kumiliki hilang seketika ketika ku bersama kamu. Kamu sangat perhatian sekali sama aku. Tapi sekarang aku tak bisa lagi kembali denganmu seperti dulu. Aku nggak bisa menerima lagi kamu sebagai pendamping hidupku karena kau tahu aku masih tak bisa menerima apa yang dulu kamu lakukan kepadaku. Sungguh hal yang menyakitkan dalam hidupku, dan hal itu tak bisa ku lupakan dan akan ku kenang sampai ku mati nanti. Tapi jujur aku sungguh amat mencintaimu. Mungkin hari ini adalah hari yang paling bermakna bagiku karena aku mencintai seseorang tapi aku tak bisa memilikinya. Kado ulang tahunku untukmu cuma ini maaf hanya sebatas kata-kata I MISS YOU” Aku sungguh terkejut membacanya, dia masih ingat dengan ulang tahunku padahal aku sendiri lupa, lupa akan ulang tahunku. Dia memberikan sebuah kado yang sangat spesial buatku. Tapi satu hal yang agak mengagetkan bagiku yaitu ketika dia mengataka kalau dia tak bisa lagi jadi kekasihku gara-gara hal sepele yang berubah menjadi hal yang sangat amat besar. Dan hal tersebut membuat ku tak bisa lagi lagi memilikinya tak bisa lagi menghiburnya. Namun aku masih bisa mencintai dia dan dia juga masih mencintaiku. Memang cinta tak harus memiliki. Aku sekarang mengerti arti cinta yang sebenarnya. Di saat bahagia cinta datang dan pada saat sedih pula cinta juga datang. selengkapnya...

AMAZING CAT

mulai melangkah mendekatiku.kakiku bergerak mundur.Kenapa dengan kaki ini."Kenapa, Ra? Kenapa Kau menjauhiku? Ini aku. Aku kembali"ia maju lagi. kali ini kakiku tak bergerak."Aku kedinginan, Ra"ia memelukku. badanku mati rasa. tak bisa bergerak. Aku jelas merasakan dinginnya tubuhnya. tapi aku masih tak tahu mau berkata apa. Diam.sedetik, dua detik, semenit, lima menit, ia masih memelukku. badannya jelas sangat berbeda. ia jauh lebih kurus.8 menit berlalu. tubuhku masih dipeluknya."Kakiku kram, Agung"akhirnya mulutku terbuka juga. ia agaknya mengerti, melepas dekapannya. aku duduk di sebuah balok tepian jalan tepat di bawah lampu ujung jalan ini.ia mendekat lagi. dentang waktu bergerak pelan."Ra, maafkan aku"aku beranikan diri menatap ke dalam matanya. aku memang sudah tak menemukan lagi cahaya mata yang dulu selalu kurindukan. kemana hilangnya kemilau itu, batinku protes. mungkinkah hilang bersama semangat hidupnya.semenit, dua menit. waktu berdetak semakin pelan. bibir itu mulai menggulung senyuman. tapi tak seindah senyuman yang dulu dia berikan.perlahan tangannya mengusap pipiku. dingin. tangan itu tak selembut dulu. kaku. gemetar."Apa yang terjadi selama kau pergi, Agung?"kukeluarkan sebuah pertanyaan yang sedari tadi menggerogoti pikiranku. ribuan pertanyaan lain kini menanti giliran."Apa yang terjadi selama aku pergi, Ra? Siapa yang telah menggantikanku di hatimu?"matanya tajam menatap mataku. aku sedikit takut. sorot matanya liar. perubahan itu membuatku gugup."Jangat takut, Ra. Meski mereka mengataiku kejam, aku tak akan mampu melukaimu.tak akan"aku sedikit lega. tapi ia mendekat lagi. mencium pipiku. aku tersentak. sekarang sudah hampir pukul 12 malam. apa jadinya jika ada yang melihat?"Kau masih tak berubah, Ra. wangimu tak berubah. kau masih memakai bedak yang sama saat aku mencium pipimu pertama kali. aku ingat jelas itu. Kini aku yakin kau masih milikku"kulihat sorot matanya kembali seperti saat kami berjumpa tadi. kami kembali terdiam. sunyi. hanya sorot lampu yang menerangi ujung jalan malam itu.beberapa menit berlalu. ia membuka suara"Aku belum bisa memberitahumu apa yang terjadi, Ra. suatu saat kau akan tahu apa yang membuatku kehilanganmu sesaat. Aku harus pergi sekarang. Tapi aku akan selalu menantimu disini, Ra. Saat rindu, kutunggu kau disini."Ia pun berlari. pergi bersama angin malam yang gemericiknya kembali mengutukiku. ia hilang di ujung jalan ini.kutengadahkan kepala. bulan sabit tersenyum. ia meninggalkanku bersama pertanyaan yang tak terjawab. kulangkahkan kaki menjauhi ujung jalan ini. pulang bersama rasa yang kini kembali.
Para hadirin sekalian!!! Ikutilah lomba kucing terbaik sekota tahun ini, di alun-alun kota, tanggal 7 Juni, pukul 12.00 siang! Bagi peserta yang mau mendaftar, segeralah ikut audisinya SEBELUM tanggal 7, di Petshop ini …! Bawa kucing, tentunya! Okeee!? Pastikan bulunya terawat, giginya bersih, matanya bening, dan telinganya tidak boleh kotor! Jangan lupa ditampilkan atraksi-atraksinya! Ditunggu, yaaaaks. :)

Lomba kucing terbaik!? Para pecinta kucing manapun pasti bersedia mengikutinya! Termasuk Rista. Okeee! pikir Rista semangat. Aku akan mengikutinya! Aku akan mengikutsertakan Ovi di lomba itu! Ovi pasti menaaang!

Secepat kilat, Rista berlari ke rumahnya dengan semangat menggebu-gebu. Pas di depan rumahnya, dia melepas sepatunya dalam waktu dua detik, dan langsung masuk begitu saja.

“Assalamu ‘alaikum!!!” serunya, ketika dia berlari melintasi ruang tamu, sementara ibunya sedang mengepel lantai. Wah, lantainya kotor lagi!

“Wa ‘alaikum salam!” seru ibunya kesal sambil berkacak pinggang. “Rista! Jangan lari-lari kalau kakimu kotor! Cuci kaki, sana!”

Rista menghela napas. Setelah dia mencuci kaki dan berganti baju, barulah dia menghampiri Ovi yang tertidur di karpet dapur.“Oviii!” seru Rista mengagetkan Ovi.

Kucing gemuk itu mengeong malas sambil melirik majikannya sekilas. Kemudian tidur lagi dengan posisi menyamping.

“Oviii!” seru Rista untuk yang kedua kalinya. Dia menggendong Ovi yang kaget. “Hei, tak ada waktu untuk bermalas-malasan. Aku akan segera mendaftarkanmu di lomba kucing terbaik itu!”

Jadi, Rista membopong kucingnya menuju Petshop yang tadi. Untuk berjaga-jaga, Rista mengikat Ovi dengan kalung khusus hewan, supaya Ovi tidak kabur nantinya.

“Ya, ada yang bisa kubantu, Dek?” tanya seorang pegawai di Petshop, ketika Rista dan Ovi masuk ke dalam ruangan ber-AC itu.

“Ini, Mbak. Kucingku mau kudaftarkan ke lomba kucing!” jawab Rista bersemangat.

“Hmm,” pegawai itu menatap Ovi yang menggeliat di gendongan Rista. Sepertinya dia agak takut dengan Ovi. “oke … silahkan mengantre di sana.” kata pegawai itu cuek.

Rista pun mengantre bersama para peserta yang lain. Betapa kagetnya Rista saat melihat kucing-kucing yang dibawa orang-orang. Kucing-kucing mereka kebanyakan kucing jenis persia yang cantiiik sekali. Bulunya panjang, mulus, tidak kusam, pokoknya terawat sekali! Bak kucing kerajaan yang anggun dan mempesona. Oh … kini Rista memandang Ovi. Wah, nampak beda sekali …. Nampaknya, Ovi tidak secantik para kucing itu.

Rista menyeringai cuek. Dia tetap saja yakin, kucingnya akan lulus audisi.

“Peserta berikutnya!” panggil seseorang dari dalam ruangan. Rista segera memasuki ruangan itu. Jantungnya berdegup kencang, walau dia bersemangat sekali.

Di ruangan itu terdapat dua orang juri yang bertampang serius dan menyeramkan. Yang satu adalah seorang wanita setengah umur yang memiliki beberapa uban putih di rambutnya yang bersanggul, memakai kacamata yang sedikit merosot ke hidung, dan lipstik merah kecoklat-coklatan yang melapisi kerutan di bibirnya. Yang satunya lagi adalah laki-laki muda dengan ekspresi bosan yang memiliki rambut gondrong yang panjang, yang hanya nampak sopan pada teman sejurinya.

“Halo, Nak. Siapa nama kucingmu?” tanya wanita paruh baya itu, tetapi pandangannya mengarah pada dokumen-dokumen yang berserakan di meja juri, sedangkan tangannya sibuk menggores-gores di sebuah daftar. Sementara juri laki-laki di sampingnya hanya mengurus data-data di laptop Apple-nya tanpa memandang Rista pula.

Gugup, Rista meletakkan Ovi di lantai. Dia mulai menenangkan kegugupannya. “Namanya Ovi, dan saya Rista.” akhirnya terucap perkataan dari mulutnya.

“Baiklah, Rista.” juri perempuan masih belum berpaling. “Namaku Bu Hena, dan dia Om Heri.”

Om Heri, juri gondrong itu, hanya mengangguk tanpa ekspresi.

“Ehm, jadi, bagaimana kucing saya??” Rista berkata.

Bu Hena menatap kucing Rista untuk beberapa lama. Alisnya berkerut saat mengatakan, “Mm, maafkan aku, Nak, tapi kucingmu tidak lulus audisi.”

“Apa!” jerit Rista sebal. Padahal, Juri itu baru melihat Ovi kurang dari sepuluh detik.

“Ya, ya. Benar sekali, kucing itu tidak pantas!” kritik Om Heri dengan suara pelan, tetapi Rista mendengarnya.

Rista mengembuskan napas kesal. Dihampirinya meja juri dekat-dekat. Dia menghentakkan telapak tangan kanannya di meja itu, membuat para juri melongo. “Ini penghinaan!” serunya. “Ovi adalah kucing termanis, terlucu, terpitar, terimut, termanja, dan tercantik di seluruh jagad raya! Kalian memang juri jelek! Huhhh!”

“Hei!” bentak Om Heri. “Itu pendapatmu. Kalau kamu bilang kucingmu bagus, itu wajar saja! Kamu kan pemiliknya …!”

“Anda juga! Wajar saja anda bilang kucing saya jelek! Pasti iri, kan?! Anda memang lebih jelek!”

“Sekuriti …!”

Seorang satpam dengan seragam biru-putih dengan tegas mengusir Rista dan Ovi dari Petshop.

“Argh!” Rista mendengus sambil menggendong Ovi, pulang ke rumah. “Dasar juri payah! Payah! Payaaaaaah!” omel Rista sambil melangkah lebar-lebar.

“Lho, lho? Ada apa, Ris?” tanya Ibu, ketika Rista tiba di ambang pintu.

“Itu, Bu! Jurinya bego banget! Masa berani-beraninya mereka bilang Ovi jelek!? Pakai ngusir, lagi! Arrrgh!” gerutu Rista. “Ovi, kan kucing super yang tidak ada duanyaaa!”

Ibu hanya mengerutkan alis. “Jangan bersedih kalau gagal. Ingat, dong, kegagalan itu awal dari kesuksesan!”

“Aku tidak gagal. Jurinya yang gatot—alias gagal total!”

Rista menurunkan Ovi yang dari tadi bergeliat di gendongannya, sehingga membuat jaketnya penuh bulu kucing. Rista menyibakkan jaketnya dan menaruhnya di gantungan baju, di balik pintu kamarnya. Dengan loyo, dia menjatuhkan diri di atas ranjang.

“Huh! Memangnya kucing macam apa, sih, yang diterima para juri dungu itu?? Palingan jenis kucing-kecebur-got!” gumam Rista, meremas bantalnya. “Aku mau lihat lombanya, ah. Biar aku lihat kucing-kucing yang menang itu seperti apa!”

***

Tanggal tujuh, adalah hari lomba kucing diselenggarakan di alun-alun kota. Lombanya dimulai jam 12.00. Para peserta lomba kucing sibuk mendandani kucing mereka yang unik. Nanti, kucing mereka ditampilkan di sebuah panggung, dengan atraksi-atraksi yang menggemaskan.

Lomba kucing dimulai sebentar lagi, ketika Rista tiba di alun-alun kota. Suasananya ramai sekali, penuh dengan orang-orang yang terpana akan keanggunan kucing-kucing yang mau ikut lomba. Bu Hena dan Om Heri juga tengah berkumpul di kerumunan orang-orang.

“Ah, biarpun kucing-kucing itu jenis angora, aku tidak peduli! Masih bagusan Ovi, kok!” dengus Rista sirik sambil melipat tangan.

Nah, perlombaan pun dimulai. Dengan anggun, peserta pertama menaiki panggung dan menunjukkan atraksi lompat-lompat di tangga dengan gaya yang unik. Peserta pertama bernama Jungie dengan majikannya, Herlin yang masih anak-anak. Jungie dan Herlin nampak seperti sobat lama yang sangat akrab. Mereka berdua menunjukkan kerja sama yang hebat!

Peserta berikutnya, Broto dan majikannya yang sudah kakek-kakek, Pak Joko. Pak Joko memang hebat! Sudah tua, tapi pintar melatih kucingnya cara menelepon seseorang. Aneh, tapi nyata!

Berikutnya adalah Viiko dengan majikannya, Kak Kiky. Sepertinya Kak Kiky sudah kuliah. Tapi kucingnya tak kalah hebat dengan yang lain. Viiko bisa berhitung penambahan, pengurangan, juga perkalian! Lalu muncul peserta berikutnya, dan seterusnya, sampai selesai. Lomba ini membutuhkan waktu yang lama, namun ternyata semua penonton yang menyaksian di alun-alun tidak bosan-bosannya menonton hewan-hewan imut itu. Begitu pula dengan Rista! Nah, sekarang dia baru mengakui bahwa kucing-kucing itu sangat menakjubkan.

Setelah selesai seleksi atraksi, para juri pun segera menguji kesehatan para kucing itu. Kucing yang ditaruh di keranjang kecil diperiksa kesehatannya, mulai dari telinga, hidung, mata, gigi, hingga bulu. Semuanya harus bueerrrsih-sih, tidak boleh ada kotoran atau kutu yang menempel bahkan setitik pun. Rista yang mengekori juri itu, terpana akan kebersihan kucing yang terawat. Dia jadi teringat Ovi!

Kondisi para kucing di perlombaan itu sangat beda dengan Ovi yang seperti kucing kampung biasa. Selain itu, Ovi jarang dimandikan, bau, banyak kutunya, bulunya gampang rontok, kusam, pokoknya jelek! Itu semua karena Rista yang kurang memperhatikan Ovi. Rista jadi menyesal karena menelantarkan Ovi. Rista berjanji, akan merawat Ovi dengan baik.

Setelah selesai seleksi kesehatan, Rista langsung menghampiri Om Heri dan Bu Hena untuk meminta maaf. Rista menyesal karena sudah menghina habis-habisan juri itu kemarin.

“Bu Hena, Om Heri,” panggil Rista pelan.

Bu Hena dan Om Heri menoleh ke Rista. “Eh? Kamu lagi! Ada apa, panggil panggil??” sahut Om Heri jutek. Sepertinya dia masih marah soal kemarin.

“Aku … aku minta maaf karena sudah menghina kalian berdua! Kalian memang benar, Ovi sungguh tak pantas mengikuti lomba ini. Karena dia itu kotor, kusam, pokoknya jelek! Ya, itu semua gara-gara aku yang tidak merawatnya baik-baik. Setelah aku melihat kekompakan antara majikan dan kucing di perlombaan ini, aku jadi menyesal telah mentelantarkan Ovi. Jadi, kurasa kalian memang benar! Oh, maafkan aku, Bu Hena, Om Heri!”

Om Heri dan Bu Hena berpandangan sesaat. Kemudian mereka kembali menatap Rista sambil tersenyum. “Oh, tidak apa-apa, Rista, kami memaafkanmu!” kata Bu Hena.

“Ya. Tapi maafkan aku juga kalau aku terlalu menghina kucingmu,” tambah Om Heri.

“Tidak apa-apa! Mulai sekarang, aku berjanji akan merawat Ovi baik-baik.” jawab Rista, mengulum senyum manis. “Dan, aku rasa aku harus mengajarinya atraksi yang memukau!”

Ketiganya tergelak. Mereka pun semakin akrab. Ternyata kedua juri itu tidak terlalu jahat, tapi baik sekali! Bahkan, Om Heri memberi tips merawat kucing kepada Rista. Aturannya, kucing harus diberi makan empat kali sehari, Dimandikan minimal dua kali seminggu, diperiksa ke dokter hewan sebulan sekali, dan harus divaksinasi dengan suntik anti toksoplasma. Rista manggut-manggut saja.

Sepulangnya dari alun-alun, Rista langsung melaksanakan tips-tips dari Om Heri. Dia berjanji akan mengikutsertakan Ovi pada tahun berikutnya! Tunggu saja … :)
selengkapnya...